Pentingnya Belajar Membaca dan Memahami Al Quran dengan Benar

Al Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Tujuannya adalah sebagai petunjuk bagi umat manusia. Membacanya pun bernilai ibadah, tidak seperti membaca tulisan arab lainnya bahkan hadist sekalipun.

Mengenai keistimewaan Al-Qur’an, Rasulullah pernah menyinggung dalam sabdanya bahwa “Ibadah yang paling istimewa adalah membaca al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari”. Begitu istimewanya al-Qur’an, bahkan dari tiap 1 ayat yang dibaca mengandung 10 kebaikan di dalamnya. Selain itu, keistimewaan kitab ini adalah mampu membuat hidup manusia menjadi aman dan tentram serta mampu memberikan syafa’at di hari akhir nanti.

Bacalah Al-Qur’an Dengan Benar

Al-Qur’an adalah kitab yang membicarakan tentang masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Kesuciannya akan terus terjaga sampai akhir zaman seperti apa yang tertera dalam kitab ini sendiri, “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang menjaganya” (QS. Al Hijr:9)

Sebagai pedoman hidup manusia, sangat disayangkan jika ada pemeluk Islam yang bahkan tidak bisa membacanya. Satu kesimpulan yang mungkin bisa didapatkan, “Membaca saja tidak bisa apalagi mengartikan bahkan memahami maksudnya.”

Dari sinilah kemudian membaca Al-Qur’an dikatakan sebagai ibadah pertama untuk mampu memahami Islam secara keseluruhan. Sehingga tidak sedikit yang berbondong-bondong mencari guru yang dapat mengajarkan membaca kitab suci ini dengan baik dan benar.

Dalam membaca al-Qur’an harus benar. Karena satu saja salah membaca huruf dalam membaca al-Qur’an, dapat menjadikannya salah makna sehingga pesan yang disampaikan kitab ini tidak sesuai dari semestinya. Kesalahan dalam  memahami kitab ini bisa mengakibatkan pengamalan yang menyimpang dari semestinya. Hal inilah yang menjadi perhatian para ulama di era salaf dan modern. Jangan sampai pembelajar al-Qur’an justru ingin menghancurkan Islam karena kesalahan dalam memahami kitab sucinya.

Terlepas masalah tersebut, mengerjakan suatu hal memang seharusnya menggunakan cara yang baik dan benar, apalagi membaca al-Qur’an, kitab suci pedoman umat Islam. Para ulama sudah menyepakati bahwa membaca al-Qur’an haruslah menggunakan ilmu Tajwid (ilmu membaca al-Qur’an). Bahkan ada sebagian yang berpendapat bahwa belajar ilmu Tajwid wajib hukumnya. Karena sangat berpengaruh pada bacaan al-Qur’annya kelak.

Baca Juga:

Dalam kaidah fiqih dijelaskan ma la yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa waajib yang artinya sesuatu yang menyebabkan tidak sempurnanya sesuatu yang wajib maka hukumnya adalah wajib. Dalam hal ini membaca al-Qur’an dengan baik dan benar adalah wajib, maka belajar Tajwid untuk bisa membaca al-Qur’an dengan baik dan benar adalah wajib. Ilmu inilah yang sudah disepakati menjadi patokan benar salahnya membaca al-Qur’an.

Pentingnya Bimbingan Guru

Dalam mempelajari ilmu Tajwid, terlebih dalam memahami kandungan al-Qur’an, tidak dapat dilakukan secara otodidak tanpa adanya bimbingan dari guru. Karena ada beberapa bacaan dalam al-Qur’an yang tidak bisa dipraktekkan kecuali tanpa mendapat bimbingan dan melihat gurunya langsung. Seperti bacaan tasymim dalam surat Yusuf ayat 11.

Selain itu, adanya seorang guru juga untuk menjelaskan maksud dari suatu ayat agar tidak terjadi kesalahan dalam pemahaman. Seperti dalam surat An-Nahl ayat 36 “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat.” Tanpa adanya seorang pembimbing, bisa jadi pembaca al-Qur’an akan menyimpulkan masih terdapat rasul di era modern ini. Tentu anggapan ini salah besar karena banyak dalil naqli yang sudah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir.

Banyaknya guru yang hanya mampu membaca al-Qur’an tanpa ditunjang pengetahuan agama, menjadikan kita harus lebih teliti dalam memilih. Jangan sampai seorang guru dapat mengajarkan membaca al-Qur’an tapi nihil dalam pengetahuan maknanya. Karena fungsi membaca al-Qur’an dengan baik dan benar adalah agar mampu memahaminya dengan baik dan benar pula.