Guru Privat di Jakarta

Jakarta merupakan ibu kota negara Indonesia. Karena pusat dari Indonesia berada di kota ini, sangat wajar rasanya jika kebutuhan hidup di Jakarta lebih mahal daripada kota-kota lainnya. Perputaran ekonomi yang melaju sangat kencang mengakibatkan kota ini menjadi kota metropolitan dengan biaya pengeluaran sehari-hari paling mahal di Indonesia.

Diakui maupun tidak, yang tinggal di kota metropolitan ini pasti merasakan bahwa harga kebutuhan pokok dan transportasi tidaklah murah. Bahkan beberapa tahun belakangan melonjak sangat tinggi. Mungkin hal inilah yang melatar belakangi biaya Guru Privat di Jakarta cenderung lebih mahal dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

Biasanya, biaya kehidupan sehari-hari dipengaruhi karena kebijakan pemerintah terkait dengan BBM. Dimana ketika harga BBM naik, dapat dipastikan pengeluaran sehari-hari pun akan naik, begitu juga sebaliknya. Namun, yang terjadi di lapangan tidaklah demikian. Semua penjual baik barang maupun jasa ketika harga BBM naik harga yang mereka patok pun ikut naik. Tidak dengan kebalikannya, ketika harga BBM turun, mereka enggan menurunkan harga. Dalam hal ini termasuk juga biaya Guru Privat di Jakarta yang notabenenya merupakan pendukung pendidikan di Indonesia.

Sebenarnya, pemerintah di masing-masing daerah sudah mensosialisasikan penurunan harga pasaran ketika harga BBM turun. Namun sekali lagi, fakta yang terjadi di lapangan belum tentu sesuai dengan apa yang sudah dikonsepkan. Walaupun begitu, permasalahan ini menjadi rahasia umum dan membuat para konsumen maklum.

Biaya Guru Privat di Jakarta

Mahalnya harga kebutuhan pokok di Jakarta mengakibatkan biaya privat di kota metropolitan ini ikut melonjak. Hampir semua orang akan mafhum akan hal ini. Dengan biaya hidup yang serba mahal di Jakarta, para penghuni kota ini yang mempunyai bisnis akan mematok harga yang tinggi untuk produknya, tak terkecuali dengan lembaga privat.

Karena menjadi penghubung antara guru dengan orang tua siswa, lembaga pendidikan ini harus mempunyai solusi tersendiri terkait harga yang akan ditawarkan dan fee yang akan dibayarkan.

Kasus yang terjadi, terkadang seorang guru privat di Jakarta enggan menerima tawaran mengajar calon siswa karena fee yang disodorkan kepadanya kurang cocok. Walaupun ada juga yang menerimanya meski dengan sedikit terpaksa, tidak sedikit pula yang juga menerimanya dengan lapang dada.

Bahaya bagi guru yang keberatan dengan fee yang dibayarkan adalah komitmen untuk mengajar dan mendidik siswa bisa saja berkurang. Dampaknya, situasi seperti ini dapat mempengaruhi nilai prestasi belajar siswa.

Di sisi lain, para orang tua demi menghemat budget keluarga, biaya les privat sang anak sangat ditekan. Sehingga tidak sedikit orang tua yang menginginkan biaya privat yang sangat murah tapi menginginkan guru privat yang sangat berkompeten dan mampu menaikkan peringkat anaknya. Padahal jika dipikir lebih lanjut, kualitas suatu barang tak akan menghianati biaya yang dikeluarkan.

Walaupun kebanyakan memang seperti itu, tapi ada juga lembaga yang tetap menawarkan kualitas terbaik tanpa harus membuat kantong “terbalik”. Seperti halnya Quality Privat, sebuah lembaga yang menawarkan jasa Guru Privat di Jakarta. Untuk cek biaya privat, silahkan kunjungi web resmi Quality Privat.

Dengan hiruk pikuknya perekonomian di Jakarta, lembaga ini menawarkan solusi jitu untuk menekan biaya pengeluaran melalui privat siswa. Orang tua tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk mendapatkan pelayan maksimal baik dari lembaga maupun guru yang dikirimkan.

Dalam proses penerimaan guru, Quality Privat menggunakan sistem seleksi dari segi penguasaan materi, pengalaman mengajar serta cara mengajarnya melalui tes micro teaching. Hal inilah yang memungkinkan hanya Guru Privat di Jakarta yang sudah mampu mendidik anak ajarnya lah yang akan dikirimkan. Well, masih ada alasan lain untuk tidak mempercayakan pendidikan anak anda di Quality Privat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *